Tarif Denda Tilang di Kejaksaan: Sebuah Tinjauan Berdasarkan Undang-Undang LLAJ

- 12 Mei 2024, 16:15 WIB
Hati-hati Berkendara! Inilah Daftar Denda Tilang yang Perlu Anda Tahu
Hati-hati Berkendara! Inilah Daftar Denda Tilang yang Perlu Anda Tahu /PMJ News


Songgolangit.com - Berdasarkan Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), tarif denda tilang yang harus dibayarkan oleh pelanggar berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 1 juta. Besaran denda ini tergantung pada jenis pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara saat berada di jalan raya.

Dalam penegakan hukum, denda tilang menjadi salah satu instrumen penting untuk menjamin kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Berikut adalah rincian denda yang harus dibayarkan sesuai dengan jenis pelanggaran:

  • Pengendara yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) terancam denda maksimal Rp 1 juta atau pidana kurungan paling lama 4 bulan, sebagaimana diatur dalam Pasal 281.
  • Pengendara yang tidak dapat menunjukkan SIM saat diminta oleh petugas berpotensi mendapatkan denda maksimal Rp 250.000 atau pidana kurungan paling lama 1 bulan, seperti tertuang dalam Pasal 288 ayat 2.
  • Pelanggaran terkait ketiadaan kode plat nomor belakang diatur dalam Pasal 280, dengan denda maksimal Rp 500.000 atau pidana kurungan paling lama 2 bulan.
  • Motor yang tidak dilengkapi dengan lampu utama, spion, lampu rem, pengukur kecepatan, knalpot, dan klakson dapat dikenai denda maksimal Rp 250.000 atau kurungan paling lama 1 bulan, sesuai Pasal 285 ayat 1.
  • Mobil yang tidak menggunakan spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu rem, kaca depan, bumper, atau penghapus kaca, menghadapi denda maksimal Rp 500.000 atau kurungan paling lama 1 bulan, sebagaimana Pasal 285 ayat 2.
  • Ketiadaan perlengkapan seperti ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan akan dikenakan denda maksimal Rp 250.000 atau kurungan paling lama 1 bulan (Pasal 278).
  • Pelanggaran terhadap rambu lalu lintas diatur dengan denda maksimal Rp 500.000 atau kurungan paling lama 2 bulan (Pasal 287 ayat 1).
  • Pengendara yang melampaui batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah dapat dikenai denda maksimal Rp 500.000 atau kurungan paling lama 2 bulan (Pasal 287 ayat 5).
  • Tidak melengkapi kendaraan dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor mengakibatkan denda Rp 500.000 atau kurungan paling lama 2 bulan (Pasal 288 ayat 1).
  • Pengendara atau penumpang yang tidak menggunakan sabuk keselamatan terancam denda maksimal Rp 250.000 atau kurungan paling lama 1 bulan (Pasal 289).
  • Pengendara atau penumpang sepeda motor yang tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) dapat dikenakan denda Rp 250.000 atau kurungan paling lama 1 bulan (Pasal 291 ayat 1).
  • Pengendara sepeda motor yang tidak menyalakan lampu utama di siang hari sesuai Pasal 107 ayat (2) berpotensi mendapat denda maksimal Rp 100.000 atau kurungan paling lama 15 hari (Pasal 293 ayat (2)).
  • Pengendara sepeda motor yang tidak memberi isyarat lampu saat akan berbelok atau balik arah dapat dikenai denda maksimal Rp 250.000 atau kurungan paling lama 1 bulan (Pasal 294).

Baca Juga: Kemudahan Cek dan Pembayaran Denda Surat Tilang Online Melalui HP

Pada pelaksanaannya, seringkali denda yang dikenakan oleh pengadilan nominalnya jauh di bawah ketentuan ini. Hal itu merupakan diskresi atau kebijakan dari pihak pengadilan setempat.

Penegakan hukum ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pengendara akan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Dengan adanya variasi denda, diharapkan pengendara akan lebih berhati-hati dan bertanggung jawab saat berkendara. ***

Editor: Yudhista AP


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah