Bongkar Praktik Kotor PPDB! Forum Pemred PRMN Ajak Masyarakat Awasi Proses Penerimaan Siswa

- 18 Mei 2024, 13:16 WIB
Pengawasan PPDB oleh Forum Pemred PRMN: Komitmen Terhadap Pendidikan Tanpa Kecurangan
Pengawasan PPDB oleh Forum Pemred PRMN: Komitmen Terhadap Pendidikan Tanpa Kecurangan /@PikiranRakyat/

Songgolangit.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan salah satu proses vital yang menjadi penentu masa depan generasi penerus bangsa. Setiap tahunnya, ritual ini dijalankan dengan harapan dapat memenuhi asas keadilan dan transparansi.

Namun, realitas yang terjadi seringkali tak sejalan dengan prinsip tersebut. Dinamika PPDB mencerminkan kompleksitas sistem pendidikan di Indonesia, yang diwarnai oleh distribusi kuota, sistem zonasi, transparansi, hingga tantangan keadilan yang masih harus diupayakan.

Sistem zonasi, yang dirancang untuk memastikan pemerataan akses pendidikan, kerap menjadi sumber kecemasan bagi orangtua yang ingin anaknya bersekolah di institusi favorit. Aturan ini diharapkan dapat mengurangi disparitas pendidikan antarwilayah, namun pada kenyataannya, implementasinya seringkali menimbulkan kontroversi dan protes dari masyarakat.

Masalah transparansi dan akuntabilitas dalam PPDB juga menjadi sorotan. Laporan kecurangan, manipulasi data, hingga intervensi pihak tertentu untuk mengamankan posisi di sekolah impian, menjadi bukti bahwa pengawasan yang ketat dan partisipasi aktif masyarakat adalah kebutuhan yang mendesak.

Baca Juga: Tarif Denda Tilang di Kejaksaan: Sebuah Tinjauan Berdasarkan Undang-Undang LLAJ

Menanggapi situasi ini, Forum Pemred Pikiran Rakyat Media Network (PRMN) dengan tegas mendukung pengawasan yang lebih intensif terhadap proses PPDB.

"Pendidikan adalah hak dasar setiap anak dan akses terhadap pendidikan yang adil harus dijamin tanpa ada diskriminasi atau manipulasi," ujar Shella Syakhfiani, Pemred Songgolangit PRMN.

Pengawasan efektif diharapkan dapat memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk diterima di sekolah, berdasarkan aturan dan prestasi yang telah ditetapkan. PRMN menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam pengawasan ini, untuk meminimalisir kemungkinan penyalahgunaan wewenang oleh oknum tertentu.

Teknologi informasi dan media memiliki peran penting dalam proses pengawasan. Keberadaan sistem informasi yang transparan dan akses publik yang terbuka dapat mengurangi risiko manipulasi dan memudahkan pengawasan.

Halaman:

Editor: Yudhista AP

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah