Tabel Pemupukan Jagung: Kunci Sukses Budidaya untuk Panen Melimpah dan Tepat Guna

- 23 Mei 2024, 18:11 WIB
Gambar tabel rekomendasi pemupukan jagung
Gambar tabel rekomendasi pemupukan jagung /pupukmahkota.co.id/

Songgolangit.com - Budidaya jagung, sebagai salah satu sumber pangan utama di berbagai daerah di Indonesia, menuntut perhatian khusus terhadap teknik dan metode pemupukan.

Varietas jagung yang beragam, mulai dari jagung manis, baby corn, hingga jagung hibrida, menandakan pentingnya pemilihan varietas yang sesuai dengan tujuan budidaya, baik untuk konsumsi manusia maupun pakan ternak.

Tahapan budidaya jagung tidak jauh berbeda dengan tanaman padi, meliputi persiapan lahan, pemilihan bibit, penyebaran bibit, perawatan, penanganan hama, pemupukan, dan akhirnya penanganan hasil panen.

Pemupukan, sebagai salah satu tahap kritis, memerlukan ketepatan dalam pemilihan jenis dan dosis, guna mendukung produktivitas tanaman.

Baca Juga: Optimalisasi Jarak Tanam Jagung untuk Meningkatan Hasil Panen, dan Perlakuan Benih Jagung Sebelum Ditanam

Pemupukan dasar pada jagung umumnya menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang dan kompos, yang berperan penting dalam menyediakan nutrisi bagi tanaman. Unsur hara seperti fosfor, nitrogen, dan kalium sangat dibutuhkan, terutama pada fase pertumbuhan dan pembuahan.

Rekomendasi pemupukan spesifik lokasi menjadi komponen vital dalam konsep pengolahan tanaman terpadu. Dengan terpenuhinya kebutuhan unsur hara, diharapkan budidaya jagung dapat menghasilkan panen yang berkualitas tinggi, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Faktor musim tanam juga berpengaruh terhadap harga jual saat panen, sehingga perhitungan yang tepat sangat diperlukan.

Tim BSIP menunjukkan bahwa pemupukan yang dilakukan pada tahap ketiga, ketika tanaman berumur 45 hari setelah tanam (Hst), berfokus pada pembentukan buah jagung.

Halaman:

Editor: Yudhista AP


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah