Pemupukan Berimbang pada Tanaman Padi di Sawah: Kunci Peningkatan Produksi Padi Nasional

- 25 Mei 2024, 02:52 WIB
Foto ilustrasi petani melakukan pemupukan di lahan basah.
Foto ilustrasi petani melakukan pemupukan di lahan basah. /zonapriangan.com /Rachmat Iskandar ZP


Songgolangit.com - Upaya peningkatan produksi padi di Indonesia terus digalakkan, mengingat padi merupakan salah satu komoditas pangan utama bagi masyarakat. Kementerian Pertanian telah mengeluarkan Permentan No. 40/Permentan/OT.140/4/2007 sebagai panduan tentang pemupukan berimbang ini.

Dalam hal ini, pemupukan berimbang memegang peranan penting, terutama penggunaan pupuk makro seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) yang harus disesuaikan dengan varietas padi unggul baru, termasuk padi hibrida yang responsif terhadap ketiga pupuk tersebut.

Efisiensi dan efektivitas pemupukan tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil, tetapi juga menentukan keberlanjutan sistem produksi, kelestarian lingkungan, serta penghematan energi.

Kebutuhan dan efisiensi pemupukan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan hara dalam tanah, kebutuhan hara tanaman, dan target hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, rekomendasi pemupukan harus spesifik menurut lokasi dan varietas padi yang ditanam.

Baca Juga: 3 Fase Pertumbuhan Padi, Beserta Gambar Ilustrasi yang Mudah Dipahami

Dalam konteks ini, Badan Litbang Pertanian bersinergi dengan institusi internasional dan nasional seperti International Rice Research Institute (IRRI), Lembaga Pupuk Indonesia, dan produsen pupuk, telah mengembangkan metode dan alat bantu untuk meningkatkan efisiensi pemupukan, seperti Bagan Warna Daun (BWD) dan Paddy Soil Test Kit (Perangkat Uji Tanah Sawah, PUTS).

Konsep "pengelolaan hara spesifik lokasi" (PHSL) menjadi landasan dalam penetapan rekomendasi pemupukan yang berimbang. Pupuk diberikan untuk mencapai tingkat ketersediaan hara yang optimal di dalam tanah, dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan mutu hasil tanaman, efisiensi pemupukan, kesuburan tanah, dan menghindari pencemaran lingkungan.

Rekomendasi pemupukan yang efisien harus memperhatikan kebutuhan hara tanaman, cadangan hara dalam tanah, dan target hasil yang realistis. Kebutuhan hara tanaman yang spesifik lokasi dan dinamis ini ditentukan oleh faktor genetik dan lingkungan.

Tabel Rekomendasi Pemupukan dengan Pupuk Majemuk
Tabel Rekomendasi Pemupukan dengan Pupuk Majemuk

Baca Juga: Tabel Pemupukan Jagung: Kunci Sukses Budidaya untuk Panen Melimpah dan Tepat Guna

Penggunaan Bagan Warna Daun dalam Pemupukan

Bagan Warna Daun (BWD) merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui status hara N pada tanaman padi. BWD memiliki empat kotak skala warna yang mencerminkan tingkat kehijauan daun padi. Jika daun berwarna hijau muda, ini menandakan kekurangan hara N dan perlu pemupukan.

Halaman:

Editor: Yudhista AP

Sumber: Kementan RI


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah