Mengenal Padi M 400: Pahlawan Baru Petani dalam Menghadapi Hama dan Cuaca Ekstrem!

- 27 Mei 2024, 04:17 WIB
Inovasi Agraria: Varietas Padi M 400 dan M 70 D, Optimisme Baru Petani Indonesia
Inovasi Agraria: Varietas Padi M 400 dan M 70 D, Optimisme Baru Petani Indonesia /Ist/


Songgolangit.com - Indonesia, Negeri Agraris yang subur, kembali menorehkan prestasi dalam dunia pertanian. Varietas padi terbaru, M 400 dan M 70 D, menjadi sorotan karena keunggulannya yang luar biasa. Kedua varietas ini merupakan hasil riset dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang telah mendapat sertifikasi resmi dari Kementerian Pertanian.

Varietas M 400, yang mengambil nama dari Ketua HKTI, Moeldoko, dan angka 400 yang melambangkan potensi jumlah bulir per malainya, menjanjikan revolusi bagi petani. Dengan usia panen yang singkat, yakni 84 hari, padi ini tidak hanya efisien waktu tapi juga menawarkan ketahanan terhadap serangan hama dan kondisi lingkungan yang tidak menentu.

Ir Lily Purwati, seorang ahli dalam bidang agraria, menyatakan bahwa varietas padi M 400 dan M 70 D masih berupa Galur, yang berarti hasil panennya dapat digunakan sebagai bibit untuk masa tanam berikutnya. "Dengan umur padi yang pendek dan produktivitas yang tinggi, maka dalam satu tahun bisa ditanam 3 – 4 kali pada sawah yang irigasi baik," ungkap Lily.

Optimisme ini didasarkan pada keunggulan varietas padi yang tidak hanya tahan terhadap serangan hama, tapi juga memiliki ketahanan terhadap berbagai kondisi lingkungan, serta tidak mudah roboh.

Baca Juga: Padi Inpari 32 Premium: Benih Jumbo Unggulan untuk Ketahanan Pangan

Menilik lebih dalam, varietas padi M 400 memiliki potensi hasil hingga 11 ton per hektar dengan hasil rata-rata yang mencapai 8,8 ton per hektar. Batang padi yang besar dan kokoh memberikan keuntungan lebih karena dapat bertahan tidak roboh, terutama ketika ditanam di musim hujan. Anakan produktifnya yang mencapai 20 anakan dengan tinggi tanaman 90-100 cm, menjadikan varietas ini pilihan yang tepat bagi petani yang menginginkan hasil maksimal.

Namun, tidak ada gading yang tak retak. Varietas padi M 400 memang rentan terhadap patah leher malai yang disebabkan oleh jamur pada saat kelembaban tinggi di musim hujan. Oleh karena itu, diperlukan pemupukan yang berimbang dengan dosis rekomendasi dari PT Petrokimia, yaitu 532, yang terdiri dari 500 kilo pupuk organik, 300 kilo pupuk NPK, dan 200 kg urea per hektarnya.

Untuk mendukung pertumbuhan yang optimal, varietas padi M 400 disarankan ditanam di musim gadu dan musim kemarau. Kelebihan lainnya adalah ketahanan terhadap kekeringan di lahan sawah yang dapat diairi dan dikeringkan, sehingga memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan sawah yang selalu tergenang.

Varietas padi M 400 telah diuji coba ditanam di berbagai wilayah Indonesia dengan hasil yang memuaskan. Saat ini, banyak perusahaan penangkar benih yang menyediakan varietas ini, dan jika belum tersedia di kios-kios pertanian lokal, petani dapat melakukan pemesanan online melalui platform seperti Shopee, Bukalapak, atau Tokopedia dengan harga yang berkisar antara 100-125 ribu rupiah per bungkus lima kilogram.

Baca Juga: Mengungkap Rahasia Fase Generatif Padi: Strategi Pemupukan untuk Meningkatkan Hasil Panen

Halaman:

Editor: Yudhista AP


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah