Deskripsi Varietas Padi M70D: Panen Raya dalam 70 Hari di Lahan yang Kesulitan Irigasi

- 27 Mei 2024, 04:39 WIB
Luar Biasa! Padi M70D, Solusi Krisis Air dan Peningkatan Ekonomi Petani
Luar Biasa! Padi M70D, Solusi Krisis Air dan Peningkatan Ekonomi Petani /Kementan/



Songgolangit.com – Sebuah terobosan dalam dunia pertanian Indonesia telah hadir dengan pengembangan varietas padi unggulan, Padi M70D, yang menjanjikan panen lebih cepat, tepatnya hanya dalam kurun waktu 70 hari setelah ditanam, atau 87 hari dari kecambah benih.

Varietas padi ini dikembangkan oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan telah terbukti mampu memberikan hasil yang optimal, bahkan di lahan persawahan yang mengalami kesulitan air irigasi.

Dengan potensi hasil yang mencapai 9,39 ton per hektar, Padi M70D tidak hanya memperpendek siklus tanam tetapi juga meningkatkan produktivitas padi nasional. Varietas ini memiliki karakteristik yang menonjol, seperti umur tanaman yang hanya 87 hari, 21 anakan produktif, bobot 1000 butir padi yang mencapai 28 gram, dan kadar amilosa sebesar 20,55%, yang merupakan indikator kualitas beras. Lebih dari itu, tekstur dan rasa nasinya yang enak menjadikan Padi M70D pilihan yang tepat bagi konsumen Indonesia.

Ketua Umum HKTI, Moeldoko, mengungkapkan bahwa Padi M70D merupakan pengembangan dari varietas M400 yang telah terkenal dengan produktivitasnya.

Baca Juga: Mengenal Padi M 400: Pahlawan Baru Petani dalam Menghadapi Hama dan Cuaca Ekstrem!

"Produktivitas varietas ini mencapai 8 ton gabah kering panen (GKP) per hektar. Dengan waktu panen lebih cepat, para petani dapat menanam setidaknya tiga kali dalam setahun. Peningkatan produksi dapat semakin menyejahterakan para petani," tutur Moeldoko.

Dalam hal ketahanan, Padi M70D memiliki resistensi terhadap berbagai biotipe dan patogen, seperti WBC biotipe 1 dan 2, serta resistensi sedang terhadap biotipe 3 dan HDB biotipe III. Hal ini mengurangi risiko gagal panen akibat serangan hama dan penyakit, sekaligus mengurangi kebutuhan akan penggunaan pestisida yang berlebihan.

Adaptabilitas Padi M70D juga patut diacungi jempol, pasalnya varietas ini baik dibudidayakan di lahan sawah dataran rendah yang memiliki ketinggian 0 hingga 300 meter di atas permukaan laut. Hal ini memungkinkan varietas ini untuk ditanam di berbagai wilayah Indonesia, terutama bagi petani yang memiliki areal persawahan tadah hujan.

Pengembangan varietas padi terus dilakukan dengan fokus pada penghematan waktu, ketahanan terhadap hama, dan peningkatan produktivitas. Moeldoko menambahkan bahwa pengembangan tersebut juga memperhatikan uji organoleptik, yaitu uji sensori dari beras yang dihasilkan, untuk memastikan bahwa hasil pengembangan tidak hanya unggul dalam aspek produksi tetapi juga sesuai dengan selera masyarakat.

Baca Juga: 3 Fase Pertumbuhan Padi, Beserta Gambar Ilustrasi yang Mudah Dipahami

Halaman:

Editor: Yudhista AP


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah