Inpari 13: Solusi Mengatasi Wereng, Keunggulan Varietas Padi yang Tahan Hama

- 29 Mei 2024, 06:51 WIB
Gambar tanaman padi yang sudah menguning adalah INPARI 13, sekitarnya adalah Ciherang
Gambar tanaman padi yang sudah menguning adalah INPARI 13, sekitarnya adalah Ciherang / Wage R Rohaeni/wage2011jabar

Songgolangit.com - Pada tahun 2010 dan awal 2011, petani padi Indonesia menghadapi tantangan berat akibat serangan hama wereng coklat yang menyebabkan banyaknya kasus puso (gagal panen). Varietas IR64 yang sebelumnya dikenal tahan terhadap wereng batang coklat, kini juga mulai tergerus oleh serangan hama tersebut.

Petani Indonesia saat ini sedang mencari solusi untuk mengatasi masalah wereng coklat, dan Inpari 13 muncul sebagai kandidat yang menjanjikan. Varietas ini diharapkan dapat menjadi 'pahlawan' baru dalam menghadapi serangan wereng batang coklat yang semakin meningkat.

Varietas padi Inpari 13, yang dilepas pada tahun 2010, telah menjadi primadona di kalangan petani Indonesia. Berdasarkan data dari BB Penelitian Tanaman Padi 2011, varietas ini mampu menghasilkan padi dengan potensi 8,0 ton per hektar, dengan hasil rata-rata mencapai 6,6 ton per hektar Gabah Kering Panen (GKP).

Program pemuliaan tanaman yang kini semakin modern, tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil, tetapi juga pada adaptasi varietas terhadap beragam lingkungan tumbuh. Menurut Mulusew et al (2009), varietas spesifik lokasi memiliki keunggulan dalam meningkatkan preferensi konsumen dan berpotensi mengurangi risiko endemik hama serta penyakit.

Baca Juga: Cara Menanam Padi yang Baik dan Menguntungkan: Langkah-langkah Menanam Padi dengan Pendekatan Manajemen Bisnis

Baihaki dan Wicaksana (2005) menambahkan bahwa keberhasilan sebuah varietas di satu daerah belum tentu dapat direplikasi di daerah lain, mengingat keragaman agroekologi Indonesia yang sangat luas.

Inpari 13 memiliki kualitas beras yang tidak kalah dengan varietas IR64 dan Ciherang, dengan tekstur nasi yang pulen dan kadar amilosa sebesar 22,40%, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan varietas lainnya. Varietas ini juga memiliki bentuk beras yang panjang dan ramping, serta warna gabah kuning bersih yang menjadi salah satu faktor yang disukai oleh masyarakat Indonesia.

Keunggulan Inpari 13 tidak hanya terletak pada kualitas berasnya, tetapi juga pada ketahanannya terhadap hama wereng cokelat. Berbeda dengan IR64 dan Ciherang yang hanya tahan terhadap 1-2 biotipe wereng cokelat, Inpari 13 memiliki ketahanan terhadap biotipe 1, 2, dan 3. Selain itu, varietas ini juga tahan terhadap penyakit blas, menjadikannya pilihan yang tepat untuk ditanam di lahan sawah irigasi hingga ketinggian 600 meter di atas permukaan laut.

Hasil penelitian Saidah dan Syafruddin dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa komponen hasil Inpari 13 bervariasi di 16 lokasi SL-PTT padi, dengan produktivitas berkisar antara 2,3 hingga 8,8 ton per hektar GKP. Namun, keracunan Fe menjadi penyebab utama rendahnya hasil di beberapa lokasi.
Baca Juga: Jenis Padi Genjah Umur Pendek Membuat Petani Makin Mudah Realisasikan IP400

Halaman:

Editor: Yudhista AP

Sumber: kementan.go.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah