Keunggulan dan Kekurangan Padi Inpari 42 Agritan GSR: Benih Varietas Andalan Petani di Era Modern

- 6 Juni 2024, 05:50 WIB
Temukan keunggulan padi Inpari 42 dalam meningkatkan produksi padi Indonesia. Inovasi pertanian masa kini untuk kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.
Temukan keunggulan padi Inpari 42 dalam meningkatkan produksi padi Indonesia. Inovasi pertanian masa kini untuk kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional. /Kementan/

Songgolangit.com - Inpari 42 Agritan GSR, sebuah varietas padi yang lahir dari inovasi terkini, telah mendefinisikan ulang batas-batas ketahanan dan produktivitas dalam dunia pertanian Indonesia. Dirilis oleh Badan Litbang Kementerian Pertanian pada tahun 2016, varietas unggul baru (VUB) padi ini telah menjadi buah bibir dikalangan petani dan ahli agrikultur.

Dikenal juga dengan sebutan Green Super Rice (GSR), Inpari 42 tidak hanya sekadar padi biasa. Varietas ini menjanjikan potensi hasil yang mengesankan, yaitu hingga 10,58 ton per hektar. Keistimewaan tersebut tidak lepas dari kemampuannya bertahan dalam kondisi kekeringan yang lebih luas, sebuah karakteristik yang sangat dihargai mengingat fluktuasi iklim yang kerap kali tak terduga.

"Inpari 42 Agritan GSR adalah jawaban untuk tantangan pertanian masa kini," ujar Eko Darwati dari BPTP Jatim. "Daya tahan dan produktivitasnya menjadikannya pilihan ideal bagi petani yang ingin hasil maksimal dari lahan mereka."

Baca Juga: Inpari 13: Solusi Mengatasi Wereng, Keunggulan Varietas Padi yang Tahan Hama

Deskripsi Varietas Padi Inpari 42

Tidak hanya memiliki daya hasil tinggi dalam kondisi optimal, Inpari 42 juga dirancang untuk tumbuh subur pada kondisi suboptimal, seperti ketersediaan air dan pupuk yang terbatas. Varietas ini cocok untuk lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 meter di atas permukaan laut (mdpl), menawarkan fleksibilitas yang luar biasa bagi petani di berbagai wilayah.

Dengan produktivitas anakan yang mencapai 18 malai per rumpun dan potensi hasil sebesar 7,10 ton per hektar, varietas ini telah menjadi alternatif menjanjikan bagi varietas padi lainnya, seperti Ciherang, yang telah mengalami penurunan produksi dari tahun ke tahun.

Meskipun Inpari 42 memiliki kerentanan terhadap virus tungro varian 033 dan 073, varietas ini memiliki ketahanan terhadap penyakit blas daun dan hama wereng batang cokelat yang seringkali menjadi momok bagi petani padi.

Salah satu kelebihan lainnya adalah siklus tanam yang relatif lebih pendek. Dibandingkan dengan varietas Pepe yang dipanen pada 17 Maret, siklus tanam Inpari 42 hanya memerlukan waktu maksimal 112 hari. Hal ini tentunya memberikan keuntungan bagi petani dalam hal efisiensi waktu dan pergantian musim tanam.

Baca Juga: Deskripsi Padi Inpari 32 HDB: Varietas Padi Super yang Tahan Hama dan Penyakit!

Pemerintah, melalui Balitbangtan, telah mengambil langkah strategis dengan memperkenalkan Inpari 42 bersama dengan varietas unggul lainnya seperti Inpari 43 dan 32 kepada petani sejak tahun 2016. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan produksi padi yang semakin menurun dan memberikan alternatif bagi varietas yang sudah tidak optimal lagi seperti Ciherang.

Halaman:

Editor: Yudhista AP


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah