Deskripsi Benih Padi Inpari 42 Jumbo dan Premium, Apa Perbedaannya?

- 6 Juni 2024, 12:41 WIB
Pengembangan Benih Padi Inpari 42: Inovasi Unggulan untuk Petani Indonesia
Pengembangan Benih Padi Inpari 42: Inovasi Unggulan untuk Petani Indonesia /

Songgolangit.com - Di tengah gencarnya industri pertanian Indonesia dalam mengembangkan varietas padi yang unggul, istilah-istilah seperti "benih premium" dan "benih jumbo" seringkali menghiasi kemasan produk-produk benih yang beredar di pasaran.

Namun, sejatinya, istilah-istilah tersebut tidak lebih dari strategi pemasaran untuk menarik minat pembeli. Aspek yang lebih substansial dalam menentukan kualitas benih adalah label warna yang tertera pada kemasan, yang menunjukkan klasifikasi dan standar mutu benih tersebut.

Benih inbrida, seperti Inpari 42, adalah benih yang dihasilkan dari penyerbukan sendiri oleh satu galur atau varietas, sehingga menghasilkan anakan dengan sifat-sifat yang homozigot atau seragam dengan induknya.

Berbeda dengan benih hibrida yang dihasilkan dari persilangan dua indukan unggul, benih inbrida menawarkan kestabilan genetik yang memungkinkan petani untuk menyeleksi benih generasi berikutnya dari hasil panen sebelumnya. Petani dapat menghemat biaya karena tidak tergantung pada produsen benih swasta dan memiliki kontrol lebih atas produksi benih mereka.

Baca Juga: Keunggulan dan Kekurangan Padi Inpari 42 Agritan GSR: Benih Varietas Andalan Petani di Era Modern

Sertifikasi benih adalah proses krusial yang meliputi serangkaian pemeriksaan dan pengujian guna mengeluarkan sertifikat mutu benih. Tujuan utamanya adalah untuk menjamin kualitas benih dan melindungi petani dari benih palsu atau berkualitas rendah. Di Indonesia, sistem sertifikasi benih diatur melalui Peraturan Menteri Pertanian No. 12/PERMENTAN/TP.020/4/2018, yang membagi benih menjadi empat klasifikasi kelas yaitu benih penjenis (BS), benih dasar (BD), benih pokok (BP), dan benih sebar (BR).

Menurut Badan Penyuluhan dan Pengembangan Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBPMB-TPH), benih yang bermutu adalah benih yang memiliki standar fisik, genetik, dan fisiologis yang tinggi. Hal ini termasuk ukuran yang seragam, kadar air yang tepat, bebas dari kotoran, serta memiliki daya berkecambah dan vigor yang baik.

Label warna pada kemasan benih padi mencerminkan jenis dan mutu benih tersebut. Label kuning, yang sangat jarang ditemukan di pasaran, menandakan benih penjenis dengan kemurnian genetik yang sangat tinggi. Label putih menunjukkan benih dasar, yang memiliki harga tinggi karena kemurnian tingginya. Label ungu, lebih mudah ditemukan, menunjukkan benih pokok yang merupakan turunan dari benih dasar. Terakhir, label biru menandai benih sebar, yang paling umum digunakan oleh petani dan mudah ditemukan di toko-toko pertanian.

Inpari 42, sebagai varietas inbrida, telah menjadi pilihan populer di kalangan petani Indonesia karena ketahanannya terhadap berbagai kondisi lingkungan dan kemampuannya menghasilkan panen yang melimpah. "Inovasi dalam pengembangan benih seperti Inpari 42 adalah langkah maju dalam memperkuat ketahanan pangan nasional," kata seorang peneliti pertanian.

Baca Juga: Mengungkap Kelemahan Padi Ciherang: Apa yang Harus Diketahui Petani?

Halaman:

Editor: Yudhista AP


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah