Deskripsi Padi IR64: Ketahanan Pangan Nasional di Ujung Bibit Unggul Penghasil Beras Premium

- 11 Juni 2024, 22:13 WIB
Deskripsi Varietas Padi IR64: Inovasi Pertanian untuk Kedaulatan Pangan Nasional
Deskripsi Varietas Padi IR64: Inovasi Pertanian untuk Kedaulatan Pangan Nasional /


Songgolangit.com - Varietas padi IR64, karya unggulan lembaga penelitian pertanian internasional IRRI, telah membuka babak baru dalam kisah pertanian Indonesia. Diperkenalkan pada tahun 1986, varietas ini telah menjadi pilihan utama para petani, terutama di Jawa Timur, karena keunggulan genetiknya yang memukau.

Dengan nomor seleksi IR18348-36-3-3, varietas ini lahir dari persilangan IR5657 dan IR2061, menjanjikan hasil panen yang melimpah dan tahan terhadap serangan wereng coklat biotipe 1, 2, serta memiliki daya tahan yang cukat terhadap biotipe 3.

Padi IR64, yang termasuk dalam golongan Cere, memiliki siklus hidup 110 hingga 120 hari. Tumbuh dengan postur tegak, varietas ini mencapai ketinggian 115 - 126 cm. Anakan yang produktif bisa mencapai 20 - 35 batang, menunjukkan kapasitasnya yang unggul dalam menghasilkan gabah. Para petani akan mengenali varietas ini dengan mudah melalui warna hijau pada kaki, batang, dan daunnya, serta daun telinga yang tidak berwarna.

Karakteristik gabah varietas ini pun tak kalah mencolok, dengan bentuknya yang ramping dan panjang serta warna kuning bersih yang menawan. Selain itu, varietas ini memiliki tekstur nasi yang pulen, kadar amilosa 23%, dan indeks glikemik sekitar 70, menjanjikan kualitas nasi yang lezat dan sehat.

Baca Juga: Deskripsi Benih Padi Inpari 42 Jumbo dan Premium, Apa Perbedaannya?

Bobot 1000 butir gabah mencapai 24,1 gram, dengan potensi hasil 5,0 ton per hektar dan rata-rata hasil 6,0 ton per hektar, angka yang menggembirakan bagi industri pangan nasional.

Ketahanan varietas ini terhadap hama dan penyakit juga patut diacungi jempol. Selain tahan terhadap wereng coklat, varietas ini agak tahan terhadap hawar daun bakteri strain IV dan tahan terhadap virus kerdiil rumput.

Anjuran tanam untuk varietas ini adalah di lahan sawah irigasi dataran rendah hingga sedang, memperlihatkan adaptasinya yang luas terhadap kondisi geografis Indonesia.

Penelitian terbaru menyatakan bahwa metode SRI (System of Rice Intensification) dengan model tanam tegel dan legowo, serta jumlah bibit per lubang tanam, tidak menunjukkan interaksi yang signifikan terhadap berat gabah per malai pada varietas IR-64.

Baca Juga: Keunggulan dan Kekurangan Padi Inpari 42 Agritan GSR: Benih Varietas Andalan Petani di Era Modern

Halaman:

Editor: Yudhista AP


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah