Waspada! Madiun Hadapi Lonjakan Kasus Demam Tifoid, Begini Saran Dokter

- 5 Juni 2024, 17:39 WIB
Tingginya Kasus Tipes di Madiun: Faktor Sanitasi dan Gaya Hidup Jadi Sorotan
Tingginya Kasus Tipes di Madiun: Faktor Sanitasi dan Gaya Hidup Jadi Sorotan /

Songgolangit.com – Demam tifoid atau yang lebih dikenal dengan tipes, penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, kini menjadi sorotan utama di wilayah Madiun. Bakteri ini, yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, telah mengakibatkan peningkatan jumlah kasus yang signifikan, mencapai 4000 kasus per bulan di wilayah tersebut.

Dr. Wahyu Dwi Tanjung Sari, seorang dokter umum di Rumah Sakit DKT Madiun, dalam wawancaranya dengan RRI Madiun, menyatakan bahwa penderita tipes di Madiun kebanyakan berada pada kelompok usia produktif antara 5 hingga 30 tahun. "Kami mencatat peningkatan yang cukup signifikan dalam kasus tipes pada kelompok usia tersebut dalam beberapa bulan terakhir," ungkap Dr. Wahyu.

Menurut Dr. Wahyu, faktor utama yang berkontribusi pada penyebaran penyakit ini adalah kondisi sanitasi yang kurang memadai dan pola hidup yang tidak sehat. "Sanitasi yang buruk dan kurangnya akses terhadap air bersih menjadi penyebab utama penyebaran tipes," tambah Dr. Wahyu.

Baca Juga: Wabah DBD Renggut Ratusan Korban di Pacitan: Apa Langkah Pencegahannya?

Untuk mengatasi masalah ini, Dr. Wahyu menekankan pentingnya upaya preventif, termasuk peningkatan akses terhadap air bersih, peningkatan kebersihan lingkungan, serta sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan pribadi dan makanan yang dikonsumsi.

"Pencegahan adalah kunci untuk mengurangi risiko terkena tipes. Kami juga mendorong masyarakat untuk segera mencari perawatan medis jika mengalami gejala seperti demam yang tinggi, sakit kepala, mual, atau muntah," tegas Dr. Wahyu.

Dr. Wahyu juga mengimbau kepada masyarakat Madiun untuk lebih memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan sekitar, serta menjaga pola hidup yang sehat guna mencegah penyebaran penyakit. "Oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya sanitasi yang baik, pola hidup yang kurang sehat, serta rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan mengonsumsi makanan yang bersih dan aman," ujar Dr. Wahyu.

Kasus demam tifoid di Madiun menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan kesehatan diri sendiri. Langkah-langkah preventif dan kesadaran kolektif akan menjadi kunci dalam memerangi penyebaran penyakit yang dapat mengganggu kesehatan dan kesejahteraan bersama. ***

Editor: Yudhista AP

Sumber: KBRN Madiun


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah