BPBD Jatim Manfaatkan Musim Pancaroba untuk Pemulihan Infrastruktur Terdampak Bencana

- 5 Juni 2024, 17:49 WIB
Kalaksa BPBD Jatim bersama Bakorwil Madiun saat meninjau lokasi progres perbaikan di Kabupaten Magetan dan Kabupaten Madiun.
Kalaksa BPBD Jatim bersama Bakorwil Madiun saat meninjau lokasi progres perbaikan di Kabupaten Magetan dan Kabupaten Madiun. /(Dok. BPBD Jatim)/

Songgolangit.com – Musim pancaroba, yang merupakan transisi antara musim hujan dan kemarau, menjadi momen strategis bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur untuk mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak akibat serangan bencana hidrometeorologi. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, pada hari Selasa, 4 Juni 2024, melakukan serangkaian peninjauan ke sejumlah titik kerja di Kabupaten Magetan dan Kabupaten Madiun.

Di Kabupaten Magetan, terdapat dua lokasi yang menjadi fokus peninjauan oleh Gatot Soebroto. Pertama, perbaikan tanggul sungai di Desa Banjarpanjang, Kecamatan Ngariboyo, yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir pada tanggal 28 Februari. Kedua, pembangunan kembali jembatan yang ambruk di Desa Plangkrongan, Kecamatan Poncol, sebuah peristiwa yang terjadi setahun yang lalu, diakibatkan oleh abrasi yang intens dari arus sungai.

Adapun di Kabupaten Madiun, peninjauan dilakukan terhadap proyek perbaikan jembatan dan pengamanan talud sungai di Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan. Infrastruktur di daerah tersebut mengalami kerusakan serius setelah diterjang banjir dan tanah longsor pada 27 Desember 2023. Peninjauan ini juga dihadiri oleh Kepala Bakorwil Madiun, Heru Wohono Santoso, bersama dengan beberapa pejabat eselon III dari BPBD Jatim dan Kalaksa BPBD setempat.

Baca Juga: Waspada! Madiun Hadapi Lonjakan Kasus Demam Tifoid, Begini Saran Dokter

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Rabu, 5 Juni 2024, Gatot Soebroto menyatakan bahwa peninjauan tersebut bertujuan untuk memastikan kegiatan pemulihan berjalan dengan cepat. "Kami berharap, proses pemulihan infrastruktur terdampak bencana ini nanti bisa dilakukan dengan cepat, agar bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat," ungkapnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, proyek perbaikan infrastruktur di ketiga titik tersebut baru saja memulai tahap awal. Sejauh ini, capaian progres masih berkisar antara 0-10 persen. "Kita memang ingin melihat posisi nol persen dari kegiatan ini. Nanti 50 persennya seperti apa dan 100 persennya juga seperti apa," tutur Gatot Soebroto, menggambarkan pentingnya memonitor setiap tahapan pekerjaan secara detail.

Inisiatif BPBD Jatim ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi infrastruktur yang vital bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan ketahanan daerah terhadap potensi bencana di masa yang akan datang. Dengan pemulihan yang cepat dan efisien, diharapkan dapat meminimalisir gangguan pada aktivitas sehari-hari warga serta mendorong pemulihan ekonomi lokal yang terdampak.

Baca Juga: Ingin Sekolah di Madiun? Madiun Buka PPDB untuk Warga Luar Kota

Perhatian terhadap detail dan kualitas pemulihan menjadi prioritas, seiring dengan harapan bahwa rekonstruksi infrastruktur tidak hanya sekadar memperbaiki yang rusak, tetapi juga mengimplementasikan desain yang lebih tahan terhadap bencana. Hal ini sejalan dengan konsep 'build back better', yang mengedepankan pembangunan kembali dengan standar yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Halaman:

Editor: Yudhista AP


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah