Perayaan Ulang Tahun Berakhir dengan Konvoi Berdarah, 11 Tersangka Dibekuk!

- 5 Juni 2024, 18:20 WIB
Terjadi Perusakan dan Pengeroyokan di Kota Madiun, 11 Tersangka Ditangkap
Terjadi Perusakan dan Pengeroyokan di Kota Madiun, 11 Tersangka Ditangkap /Humas/


Songgolangit.com – Kota Madiun dikejutkan dengan terjadinya aksi perusakan dan pengeroyokan yang terjadi pada Minggu, 19 Mei, sekitar pukul 01.00 WIB. Jajaran Polres Madiun Kota Polda Jatim telah menetapkan sebelas individu sebagai tersangka dalam tindak pidana ini. Kesebelas tersangka, dengan inisial KR, JO, ILH, MV, NV, JO, FZ, ZA, RFA, FIE, GL, tercatat bahwa sembilan di antaranya masih berstatus sebagai anak-anak.

"Enam orang ditetapkan sebagai tersangka atas pengerusakan di lokasi kedua, yang terdiri dari satu orang dewasa dan lima anak-anak," ungkap AKBP Agus.

Kapolres Madiun Kota AKBP Agus Dwi Suryanto, S.IK., M.H., dalam konferensi pers, mengungkapkan bahwa peristiwa kekerasan tersebut berlangsung di tiga lokasi berbeda yang berada dalam wilayah hukum Polres Madiun Kota. Polisi menjelaskan, kericuhan bermula saat komunitas yang berlabel Sakura mengadakan pertemuan di Cafe Sugar Daddy yang terletak di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo.

"Pertemuan tersebut merupakan rangkaian perayaan ulang tahun keempat komunitas Sakura," tutur AKBP Agus pada Rabu, 5 Juni. "Setelah acara usai, mereka melakukan konvoi yang berujung pada pertemuan dengan rombongan pengendara sepeda motor. Ejekan berujung aksi saling lempar batu, menyulut bentrok," lanjutnya.

Baca Juga: Operasi Malam Polres Pacitan: 29 Motor Balap Liar Berakhir di Kantor Polisi

Insiden tersebut menimbulkan lima korban dengan luka-luka di lokasi pertama. Kepolisian yang bertindak cepat dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan serta pemeriksaan saksi dan barang bukti, akhirnya menetapkan empat individu sebagai tersangka.

Komunitas Sakura kemudian bergerak ke Jalan Kalasan, Kelurahan Patihan, yang ditetapkan sebagai lokasi kedua. Di sini, mereka terlibat dalam aksi pengerusakan kios dan warung milik warga.

Perjalanan kelompok ini lalu berlanjut ke Desa Bagi. Di lokasi ketiga, Jalan Puspowarno, Kecamatan Manguharjo, dilaporkan terjadi penusukan terhadap korban berinisial Z. "Dua pelaku ditetapkan dari lokasi ketiga, satu orang dewasa dan satu anak-anak," terang Kapolres.

Atas perbuatan mereka, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang yang dapat dihukum 7 hingga 12 tahun penjara, serta Pasal 80 ayat (1) dan (2) UURI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Baca Juga: Aksi Heroik Warga Ngrayun: Gotong Royong dengan Polisi Perbaiki Jalan Rusak, Kumpulkan Dana 20 Juta!

Halaman:

Editor: Yudhista AP

Sumber: Tribrata News


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah