Transformasi Pendidikan: Guru Masa Kini Berpadu dengan Aplikasi AI untuk Pendidikan

- 10 Juni 2024, 18:18 WIB
Keterbatasan Kecerdasan Buatan dalam Dunia Pendidikan: Evaluasi dan Strategi Penggunaan AI untuk Tenaga Pengajar
Keterbatasan Kecerdasan Buatan dalam Dunia Pendidikan: Evaluasi dan Strategi Penggunaan AI untuk Tenaga Pengajar /Ummad/

Songgolangit.com - Dalam sebuah pelatihan yang diadakan di Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), para tenaga pengajar diberikan pencerahan mengenai potensi serta keterbatasan kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung proses pembelajaran. Muhammad Lutfi Arsyad, salah satu praktisi AI, menekankan pentingnya penggunaan teknologi AI yang tepat guna agar dapat memberikan kontribusi maksimal dalam dunia pendidikan.

Menurut Arsyad, terdapat beberapa batasan yang melekat pada AI, antara lain pengetahuan yang terbatas, ketidakmampuan untuk selalu terkini, serta potensi penyampaian informasi yang tidak akurat atau tidak sesuai dengan ekspektasi pengguna.

"Batasan AI itu pengetahuan terbatas, tidak up to date, informasi yang diberikan bisa saja tidak akurat, tidak sesuai yang diharapkan oleh pengguna," jelas Arsyad dalam sebuah sesi pelatihan yang berlangsung pada Senin (10/6/2024).

Aplikasi AI untuk Pendidikan

Dalam pelatihan tersebut, diperkenalkan metode penulisan prompt yang efektif menggunakan SCRIPT (specify, correction, responsibility, instruction) untuk mengoptimalkan penggunaan AI. Arsyad menyatakan, "Saya tadi menggunakan tools AI yang generated seperti ChatGPT, Google Gemini dan Microsoft go Pilot. Dengan itu sudah lengkap membantu dosen meringankan beban kerja mereka."

Baca Juga: Ancaman AI Bagi Manusia: Antara Efisiensi dan Tuntutan Produktivitas yang Tak Berujung

Praktik penggunaan AI dalam pembuatan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) menjadi contoh konkret. AI mampu memberikan capaian pembelajaran, detail mata kuliah, hingga opsi penugasan yang dapat dipilih oleh dosen.

"Setelah itu bisa didalami lagi berapa kali pertemuan misalnya 14 kali pertemuan. Setiap pertemuan materinya apa, batasan ajaran apa dengan referensi apa saat pertemuan itu ada," tambah Arsyad.

Arsyad menegaskan pentingnya verifikasi dan validasi data yang dihasilkan oleh AI. "Setelah itu tugas dosen ya menggunakan SCRIPT tadi. Memvalidasi ini benar nggak, buku referensinya ada nggak, kalau ada baru bisa digunakan untuk pengajar mahasiswa," terangnya.

Kaprodi Biokewirausahaan UMMAD, Irfan Miftakhul Fauzi, turut menyampaikan bahwa penggunaan AI dalam pembelajaran sangat membantu dalam pembuatan RPS mata kuliah, modul, dan materi pembelajaran.

Baca Juga: Era Baru AI: GPT-4o, Kecerdasan Pintar OpenAI dengan Harga Langganan Terjangkau

Halaman:

Editor: Yudhista AP

Sumber: KBRN Madiun


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah