Ada Jentik Nyamuk di Rumah? Siap-Siap Kena Denda Rp50 Juta dari Satpol PP!

- 6 Juni 2024, 08:56 WIB
Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian di Jakarta Timur
Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian di Jakarta Timur /Jakarta.go.id/

Songgolangit.com – Dalam upaya mengatasi meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) yang mengkhawatirkan, Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Timur (Satpol PP Jaktim) mengambil langkah tegas dengan menyiapkan sanksi berat berupa denda hingga Rp50 juta bagi warga yang kedapatan memiliki jentik nyamuk Aedes aegypti di dalam rumahnya.

Kepala Satpol PP Jaktim, Budhy Novian, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi komprehensif yang dirancang setelah rapat koordinasi tingkat wali kota satu bulan lalu, yang memfokuskan pada penanganan korban demam berdarah. "Pada bulan Mei lalu angka sudah mencapai 2.290 kasus," ungkap Budhy, menyoroti urgensi penanganan yang lebih efektif.

Baca Juga: Tarif Denda Tilang di Kejaksaan: Sebuah Tinjauan Berdasarkan Undang-Undang LLAJ

Dalam mengimplementasikan strategi penanggulangan, Satpol PP Jaktim tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga memprioritaskan pemberdayaan masyarakat. "Kami menyarankan untuk memutus mata rantai penyebaran nyamuk DBD," terang Budhy. Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut lebih diutamakan daripada penerapan sanksi.

Selanjutnya, Budhy menjelaskan bahwa pemberantasan sarang nyamuk Aedes aegypti akan digencarkan, sebagai langkah konkret dalam menekan penyebaran penyakit tersebut. Adapun sanksi denda yang diusulkan, menurutnya, hanya akan diberlakukan jika Pemprov DKI Jakarta mengaktifkan Pasal 21 dan 22 Ayat 1 Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2007 tentang Pengendalian Penyakit DBD.

Baca Juga: Kenapa Knalpot Brong Dilarang? Denda Rp 250 Ribu Menanti Pengguna Knalpot Tak Sesuai Spesifikasi

Menurut peraturan daerah tersebut, masyarakat memiliki kewajiban untuk melaksanakan pemutusan mata rantai penyebaran nyamuk, yang meliputi kegiatan menghilangkan jentik nyamuk yang berpotensi berkembang menjadi nyamuk dewasa. "Artinya menghilangkan jentik yang nantinya berkembangbiak dalam satu Minggu menjadi nyamuk kembali," jelas Budhy.

Dalam hal penerapan sanksi denda Rp50 juta, Budhy menegaskan bahwa prosedurnya akan melibatkan pemangku kepentingan dan petugas ahli. "Jadi upaya pendekatan untuk menekan angka pesakitan DBD ini dengan cara memutus mata rantai lebih dikedepankan pada pemberdayaan masyarakat. Itu upaya terakhir (denda Rp 50 juta)," tegas Budhy, menandaskan bahwa denda merupakan langkah akhir setelah berbagai upaya pencegahan dilakukan.
***

Editor: Yudhista AP

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah