Waduk Bendo Ponorogo: Tak Sekadar Bendungan, Karya Infrastruktur Penuh Manfaat di Sawoo

- 6 Juni 2024, 16:55 WIB
Bendungan Bendo: Oasis Baru di Ponorogo yang Menyimpan Berjuta Manfaat!
Bendungan Bendo: Oasis Baru di Ponorogo yang Menyimpan Berjuta Manfaat! /

Songgolangit.com – Sebuah mahakarya infrastruktur baru telah hadir di tengah-tengah masyarakat Ponorogo, Jawa Timur, berupa Waduk Bendo yang megah dan multifungsi. Dibangun di atas Sungai Keyang, waduk ini menjadi saksi bisu transformasi Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, menjadi sebuah pusat kegiatan ekonomi dan pertanian yang vital.

Luas genangan Waduk Bendo mencapai 170 hektar dengan kapasitas tampungan air hingga 43 juta meter kubik. Fungsi utama dari waduk ini adalah untuk irigasi, penyediaan air baku, serta pengendalian banjir. Presiden RI Joko Widodo, dalam peresmian bendungan pada tanggal 7 September 2021, mengungkapkan optimisme terhadap dampak positif yang akan dirasakan oleh masyarakat.

"Bendungan ini akan menyediakan irigasi untuk 7.800 hektar sawah dan juga pasokan air baku 370 liter per detik serta bisa mengurangi banjir, mereduksi banjir sebesar 31 persen atau 117 meter kubik per detik," ungkap Jokowi.

Bendungan Bendo dirancang untuk menyuplai air ke daerah irigasi Bendo seluas 3.300 hektar dan menjadi suplesi untuk daerah irigasi Smart Irrigation Monitoring (SIM) seluas 4.500 hektar. Keberadaannya diharapkan dapat mereduksi banjir dalam skala Q1000 dari 420 meter kubik per detik menjadi 290 meter kubik per detik.

Baca Juga: Revitalisasi Waduk Dawuhan: Destinasi Wisata Eksotis dengan Fasilitas Terbaru di Madiun

Pembangunan bendungan ini melibatkan KSO antara Wijaya Karya, Hutama Karya, dan Nindya Karya, dimulai pada tahun 2013 dan rampung pada awal tahun 2021 dengan biaya total Rp 1,1 triliun. Proyek ini juga turut menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 250 orang. Nilai kontraknya mencapai Rp 1.051.158.000, dibagi dalam dua tahap pembangunan yang meliputi pekerjaan jalan akses, pelimpah, fasilitas umum, dan bendungan utama.

Meski dihadapkan pada tantangan pandemi Covid-19, pembangunan tahap lanjutan dari tahun 2019 hingga 2021 tetap berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan. Hal ini mengantarkan Bendungan Bendo menjadi salah satu dari empat bendungan prioritas yang diresmikan oleh Kementerian PUPR.

Walaupun belum sepenuhnya dibuka untuk umum, keindahan alam sekitar Waduk Bendo telah menjadi daya tarik tersendiri. Angin sejuk dan pemandangan yang masih asri menambah kenyamanan pengunjung yang datang. Di sekitar waduk, pedagang lokal telah mulai menjajakan berbagai produk, termasuk thiwul goreng sebagai salah satu menu andalan.

Baca Juga: Bendungan Bagong: Kekuatan Baru Trenggalek untuk Ketahanan Pangan dan Air

Pengunjung yang datang memuji akses jalan yang sudah baik dan adanya petunjuk jalan yang memudahkan menuju lokasi. Namun, beberapa pengunjung mengungkapkan keprihatinan atas kurangnya kesadaran akan kebersihan, yang ditandai dengan sampah di sekitar warung makan.

Halaman:

Editor: Yudhista AP


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah