Patung Soeharto di Ponorogo Diresmikan, Simbol Penghijauan dan Pemberdayaan Masyarakat

- 8 Juni 2024, 15:20 WIB
Monumen Bersejarah: Patung Soeharto di Ponorogo Diresmikan
Monumen Bersejarah: Patung Soeharto di Ponorogo Diresmikan /Wirastho/SL


Songgolangit.com - Desa Badegan, Kabupaten Ponorogo, menjadi saksi bisu peresmian patung Jenderal Besar H.M. Soeharto pada Sabtu, 08 Juni 2024. Peristiwa bersejarah ini dilaksanakan tepat di Bukit Soeharto, sebuah lokasi yang memiliki nilai historis signifikan sejak kunjungan Presiden ke-2 Republik Indonesia tersebut pada tahun 1978.

HJ. Titiek Soeharto, putri dari almarhum Presiden Soeharto, hadir sebagai salah satu figur sentral dalam peresmian yang juga dihadiri oleh keluarga Cendana, Letjen TNI (Purn) Sugiono selaku Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri), Bupati Ponorogo H. Sugiri Sancoko S.E. M.M., Wakil Bupati Ponorogo Hj Lisdyarita, serta pejabat daerah lainnya termasuk Kapolres dan Dandim Ponorogo, Kepala Perhutani Madiun, dan perwakilan dari Universitas Trilogi Jakarta. Tak ketinggalan, para ulama dan masyarakat sekitar turut serta dalam acara yang juga bertepatan dengan Milad Jenderal Besar H.M. Soeharto ini.

Acara dimulai dengan penyambutan yang hangat melalui Tari Sekar Ganjen, tarian khas selamat datang dari Ponorogo, diikuti dengan pagelaran seni Reog Ponorogo yang megah. Pada kesempatan yang sama, diluncurkan pula pakaian khas wanita pendamping Penadon, menambah kekayaan budaya lokal yang ditampilkan dalam acara.

Dalam pidatonya, Hj. Titiek Soeharto menekankan pentingnya pembangunan monumen sebagai penghormatan terhadap upaya penghijauan yang dilakukan oleh ayahnya. "Bukit Soeharto merupakan bukti nyata dari kepedulian Bapak H.M. Soeharto terhadap lingkungan," ungkapnya.

Baca Juga: Rintis Masa Depan Lewat Pendidikan: SMAN 1 Sooko Akan Berubah Menjadi SMK?

Ia juga mengingatkan bahwa pada tanggal 2 Maret 1978, Bapak H.M. Soeharto telah melakukan penanaman pohon Beringin, Cendana, dan Mahoni sebagai simbolisasi pentingnya penghijauan.

Selanjutnya, Yayasan Damandiri memainkan peran penting dalam revitalisasi Bukit Soeharto, yang diawali oleh inisiatif pemuda Karang Taruna Desa Badegan pada tahun 2019. Yayasan tersebut mengambil langkah pertama dengan mendirikan Koperasi Unit Desa sebagai wadah pengelolaan oleh masyarakat, serta memberikan dukungan finansial untuk merevitalisasi kawasan tersebut.

Program pemberdayaan yang dilakukan Yayasan Damandiri mencakup:

  • Penyaluran bantuan modal mikro kepada 184 warga.
  • Pengembangan budidaya porang yang melibatkan 7 petani.
  • Pelatihan pengelolaan tempat wisata.
  • Renovasi dan penambahan fasilitas tempat ibadah, madrasah, dan pesantren.

Tak berhenti di situ, Yayasan Damandiri juga mengganti patung semen putih yang dibuat oleh masyarakat dengan patung perunggu karya seniman Yogyakarta sebagai ikon yang lebih representatif. Pembuatan lapak UMKM juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan ekonomi lokal dan mengentaskan kemiskinan.

Baca Juga: Saksi Bisu Perjuangan: HUT ke-88 Persatuan Hati Ponorogo Diperingati dengan Reog dan Silat!

Halaman:

Editor: Yudhista AP


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah